Setelah mengetahui bagaimana kondisi umum Masyarakat Mekkah dan Madinah pada artikel sebelumnya bahwa ketika itu masyarakatnya maju dari sisi ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi mengalami kemunduran dari segi Agama dan Akhlak. Maka pada kesempatan ini, akan dipaparkan tentang apa saja yang membuat masyarakat Mekkah dan Madinah disebut Jahiliyah.
1. Faktor Pemuka Agama
2. Faktor Intelek
3. Faktor Waktu (Masanya)
1. Faktor Pemuka Agama
Pada dasarnya Pemuka Agama sangat penting kehadiran dan perannya dalam menyebarkan agama. Melalui pemuka Agamalah masyarakat mengetahui dan mempelajari agama.
Tetapi melalui pemuka agama pula lah, agama itu menjadi rusak dan berubah. Sehingga "kebenaran" ajaran agama itu dimanipulasi oleh pemuka agama yang "jahil". Akibatnya ummat mengekor tanpa kritis.
2. Faktor Intelek
Ilmu mengantarkan manusia dari kebodohan kepada kecerdasan berfikir dan bertindak. Tetapi faktanya ketika itu ilmu pengetahuan tidak berbanding lurus dengan agama dan akhlak. Akibatnya antara IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) dan IMTAQ (Iman dan Taqwa) berjalan masing-masing. Dan akhirnya Agama dan Akhlak dikalahkan dengan IPTEK.
Penyebabnya adalah masyarakat semakin tidak berminat mempelajari ilmu agama. Dan berangsur-angsur meninggalkan agama Tauhid yang dibawa oleh Nabi Ismail as. Mungkin agama dianggap hanya mengurus akhirat. Padahal Agama inilah sumber ilmu pengetahuan yang dikembangkan melalui berbagai disiplin ilmu.
3. Faktor Waktu (Masanya)
Dalam hal ini kita tidak bisa membantahnya. Karena ini sudah urusan Tuhan. Barangkali bila akan datang kehadiran rasul maka pasti kondisi ummatnya sudah rata-rata pada menyimpang dan kekacauan dalam berbagai aspek kehidupan.
Semoga ada hikmah di dalamnya. Walaahu `alam
1. Faktor Pemuka Agama2. Faktor Intelek
3. Faktor Waktu (Masanya)
1. Faktor Pemuka Agama
Pada dasarnya Pemuka Agama sangat penting kehadiran dan perannya dalam menyebarkan agama. Melalui pemuka Agamalah masyarakat mengetahui dan mempelajari agama.
Tetapi melalui pemuka agama pula lah, agama itu menjadi rusak dan berubah. Sehingga "kebenaran" ajaran agama itu dimanipulasi oleh pemuka agama yang "jahil". Akibatnya ummat mengekor tanpa kritis.
2. Faktor Intelek
Ilmu mengantarkan manusia dari kebodohan kepada kecerdasan berfikir dan bertindak. Tetapi faktanya ketika itu ilmu pengetahuan tidak berbanding lurus dengan agama dan akhlak. Akibatnya antara IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) dan IMTAQ (Iman dan Taqwa) berjalan masing-masing. Dan akhirnya Agama dan Akhlak dikalahkan dengan IPTEK.
Penyebabnya adalah masyarakat semakin tidak berminat mempelajari ilmu agama. Dan berangsur-angsur meninggalkan agama Tauhid yang dibawa oleh Nabi Ismail as. Mungkin agama dianggap hanya mengurus akhirat. Padahal Agama inilah sumber ilmu pengetahuan yang dikembangkan melalui berbagai disiplin ilmu.
3. Faktor Waktu (Masanya)
Dalam hal ini kita tidak bisa membantahnya. Karena ini sudah urusan Tuhan. Barangkali bila akan datang kehadiran rasul maka pasti kondisi ummatnya sudah rata-rata pada menyimpang dan kekacauan dalam berbagai aspek kehidupan.
Semoga ada hikmah di dalamnya. Walaahu `alam
Comments
Post a Comment